Sabtu, 05 Desember 2015

Kisah Pendidikan ( cinta ) ku (2)

Sewaktu SD kelas 6  di Kelayan, kami para murid berjumlah 13 orang, terdiri 5 wanita 8 laki-laki, diantara 5 orang wanita itu ada 1 orang yang agak cantik, lembut, pokoknya sempurna kaya bidadari kecil ( menurut penilaian ku), karena kami masih kecil sekitar tahun 1971 itu tidak seperti anak SD sekarang sudak ngerti betul tentang cinta-cintaan, dan malah ada yang sudah berani peluk cium seperti orang dewasa saja layaknya, tapi kami zaman itu hanya sebatas senang saja terhadap lawan jenis dipandang cantik atau tampan, tidak berani macam-macam. Ada suatu kejadian yang pernah kami alami, pada suatu hari si cantik tersebut pernah dihukum oleh guru kelas VI kami dengan berdiri di depan kelas, sebab tidak dapat menjawab soal matematika( berhitung) per-peran dipapan tulis, karena aku dianggab oleh sang Guru Kelas Kami sebagai jago matematika (berhitung) , maka aku disuruh ke depan kelas menyelesaikan soal matematika dipapan tulis tersebut, apakah karena aku kasihan dengan si cantik atau karena pikiranku kusut (camoh) maka akupun tidak dapat menyelesaikan soal tersebut, akhirnya aku juga disuruh berdiri di depan kelas batatai dengan sicantik sambil diejek dan diketawakan oleh kawan-kawan sekalas dengan olok-olokan "pengantin bego berdiri  di depan, dihukum guru" , kalo anak -anak SD kelas 6 sekarang malah HIMUNG (ketawa-ketawa) dikatain begitu, tapi bagi kami itu merupakan pukulan keras dan sakit hati, sehingga kami berdua sampai jam pulang MENANGIS didepan kelas (maklum malu banar batatai, dimana maandak muha). 
Setelah kejadian itu seminggu kada bataguran (= kada barawaan =tidak tegur sapa) , padahal tidak ada yang salah diantara kami berdua, cuma rasa malu ditataiyakan (disannding) kaya pengantin tu pang jadi masalahnya, nah apakah ini yang disebut cinta monyet (malu-malu tapi mau) buktinya selama kada bataguran itu kami bermain bersama. 
Zaman dulu itu antara laki -laki dan wanita duduk sebangku saja malunya bukan main, apalagi batatai, wadu rasa malu itu bukan main, beda kalau anak SD sekarang  batataikah, apalagi jauh pada itu  wach HIMUNG BANAR  wk wk wk wk, inilah beda zaman beda kelakuan, cuma kelakuan orang bahari itu lebih murni dan jauh dari sifat kebobrokan moral yang dilandasi oleh cinta nafsu, bukan cinta murni (alias cinta monyet).
Setelah ujian akhir kelas 6 al hamdulillah kami berdua LULUS dan dinobatkan sebagai JUARA sekecamatan dengan NILAI TERTINGGI, si cantik nomor 1, aku nomor 2 dengan selisih nilai hanya 1 angka saja.betapa himungnya kami, ini karena gara-gara kejadian tersebut kami belejar BAHIMAT (serius) sehingga nilai kami tak terkalahkan dan SD kami jadi terkenal sebagai sang juara.
Setelah lulus SD aku melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri. Si cantik pindah ke daerah lain. akhir terpisahlah kami sampai sekarang.

1 komentar:

  1. alhamdulillah Allah menciptakan kita berpasang-pasangan agar saling mengenal terutama bisa makrifat kepada allah SWT

    BalasHapus