dulu waktu masih kecil yang berperan lebih banyak mendidik adalah (alm) mama, beliau lembut dan rasional, sehingga dalam mengajarku, beliau sambil mengerjakan sesuatu (memasak atau menjahit) , beliau menekankan pentingnya tentang etika/akhlak kepada orang tua, kepada sesama manusia, kepada makhluk lainnya terutama kepada binatang.
pernah pada suatu hari aku memukul kucing yang mencuri ikanku, kata mama, biar ja, itu sudah rezekinya, walaupun kau pukul kucing itu, ikan ikam kada akan kambali lagi jua kalo, biar ja sudah,itu bukan rezeki ikam,ikhlaskan ja sudah, mudahan ikam dapat gantinya ; yaitu pahala dari Allah swt,
Ujar mama, kita harus menghormati siapapun, terutama orang - orang yang sudah tuha, kaya itu jua dengan kawan, walaupun dia membencimu, biarkan saja dan kau serahkan masalah inya memusuhimu kepada Allah, kita tidak boleh membencinya, karena dia mungkin salah paham atau kada ngerti, ya doakan saja lah.mudahan kasalah pahaman itu selesai,nang panting kada ikam nang memulainya.
Setiap handak tidur mama sambil bakisahan, terutama kisah-kisah nabi,wali yang berkaitan dengan ilmu tauhid dan akhlaq (adat istiadat), sedangkan abah setelah beliau habis mengajar, beliau sambil duduk-duduk di ruang depan (dihambin) beliau sering bercerita tentang masa-masa perjuangan tahun 1945-1947, dan kebetulan beliau selain jadi ustaz beliau juga seorang pejuang veteran kelas B yang lokasi daerah perjuangan beliau adalah gambut termasuk pal 17 dan daerah kelayan Banjarmasin.
beliau bercerita tentang kejagoaan H. Amang.Leman (alm) yang tinggal di daerah Kelayan gang setiarahman, H. Amang Leman ini selain taguh( jago) beliau cerdik juga bagaikan belut pandai melepaskan perangkap belanda.
begitu juga julak H.Jannas walaupun orangnya pendek tapi kekuatannya kawa mengangkat hadangan (kerbau rawa) yang beratnya berton -ton, lain lagi cerita tentang julak Antung yang bisa menghilang atau besembunyi dibalik sehelai daun rumput ilalang (alang-alang) , namun diantara cerita orang yang baik-baik berjuang ada juga cerita yang culas dalam perjuangaan seperti ada orang yang kebetulan lewat di pal 17 setelah kejadian penyerang 17 Mei didaerah gambut, mendapat kecelakaan mobil dan dia patah batisnya, setelah kemerdekan dikemudian harinya dia paling berjasa karena mengaku-ngaku ikut berjuang dalam penyerangan 17 mei di pal 17 dekat monomen dan akhirnya menjadi veteran cacat .
beliau bercerita tentang kejagoaan H. Amang.Leman (alm) yang tinggal di daerah Kelayan gang setiarahman, H. Amang Leman ini selain taguh( jago) beliau cerdik juga bagaikan belut pandai melepaskan perangkap belanda.
begitu juga julak H.Jannas walaupun orangnya pendek tapi kekuatannya kawa mengangkat hadangan (kerbau rawa) yang beratnya berton -ton, lain lagi cerita tentang julak Antung yang bisa menghilang atau besembunyi dibalik sehelai daun rumput ilalang (alang-alang) , namun diantara cerita orang yang baik-baik berjuang ada juga cerita yang culas dalam perjuangaan seperti ada orang yang kebetulan lewat di pal 17 setelah kejadian penyerang 17 Mei didaerah gambut, mendapat kecelakaan mobil dan dia patah batisnya, setelah kemerdekan dikemudian harinya dia paling berjasa karena mengaku-ngaku ikut berjuang dalam penyerangan 17 mei di pal 17 dekat monomen dan akhirnya menjadi veteran cacat .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar