Bila Pendidikan didasari semangat yang menggebu-gebu, itu sudah menjurus pada Pendidikan Nafsu, bila nafsu sudah berkuasa apapun bisa terjadi, semua dipaksakan untuk ada dan terjadi walaupun masih mentah, nah disinillah perlunya pendidikan nafsu, agar nafsu tidak layaw alias nafsu dapat terkendali dengan baik dan benar.
SEBUAH CERITA TENTANG HAWA NAFSU
di sebuah kampung yang sangat sederhana yang berada di pulau kecil, hidup 2 orang pemuda yang kerja sebagai marbot (kaum/ petugas ) mesjid di kampung tersebut, nama pemuda itu adalah HAWA dan yang satunya lagi bernama NAFSU
2 orang ini hidup rukun dan damai dan mereka selalu mengerjakan pekerjaannya di mesjid dengan baik dan benar, semua orang kampung puas , salah satu pekerjaan yang mereka lakuakn adalah setiap malam setelah solat Isya mereka secara bergiliran mengisi wadah kolam besar untuk wudhu dan bersuci para jemaah mesjid di waktu subuh sampai sholat Isya.misalnya mialam ini giliran Hawa malam besok giliran si Nafsu.
Pada suatu subuh terjadi sesuatu yang mengherankan, bila waktu giliran si NAFSU yang mengisi kolam , anehnya ketika subuh airnya kosong, tapi diwaktu si HAWA yang mengisi air, tetap tidak berkurang , ANEH kata si Nafsu dan hal ini tidak diceritakan dengan si HAWA, karena takut kalo ini jadi ejekannya, dengan rasa penasaran yang mendalam si NAFSU mengadakan penyelidikan, setelah selesai mengisi air dengan penuh keyakinan si NAFSU tidak kembali untuk tidur di kamarnya,tetapi dia tetap bersembunyi di dekat kolam air tersebut.
Jam 01 malam terkejut si NAFSU melihat satu bayangan yang sangat besar turun dari langit menuju kolam air itu, dengan pelan-pelan didekati Si NAFSU benda yang besar itu, eh ternyata se EKOR BURUNG GARUDA yang sangat besar sedang meminum air di kolam mesjid, "oh ini rupanya yang menghabiskan air kolam mesjid ini, pantas saja habis terus airnya" kata hati si NAFSU, "aku ingin tahu apa gawian (pekerjaan) si burung GERUDA ini dan dimana tinggalnya"
Akhirnya dengan hati dan tekad yang bulat si NAFSU nekat mengikat tubuhnya dengan sarung ke kaki burung itu dan burung tersebut terbang tinggi sekali melintasi lautan semudera yang sangat luas, sekitar 1 jam, tiba-tiba burung tersebut menukit ke sebuah pulau karang kecil di tengah -tengah samudera.
waktu sampai di pulau karang itu si Nafsu melepaskan diri dari kaki si burung, rupanya si burung sedang mengerami sebutir telornya di pulau tanpa penghuni ini, karena tidak ada tumbuhan dan lainnya, maka pulau itu hanya terdiri dari bebatuan alam, dan yang lebih menarik pada pulau adalah batu-batu mulia seperti batu permata mutiara yang paling indah.
si Nafsu dengan keinginan hatinya maka dikumpulkannya permata itu dan dimuatnya di dalam sakunya sebanyak yang dapat dia muat.
Pada hari berikutnya si Nafsu dengan menahan lapar dan haus menunggu si burung terbang kembali ke kampungnya. dan ketika si burung masih mengeram si Nafsu sambil tiduran mengikat badannya ke kaki burung, dan akhirnya(selama 3 hari) si burung terbang ke kampungnya jam 1 malam tepat, si Nafsupun melepaskan diri, berlari menuju kamarnya terus makan minum dan tidur, pada pagi harinya si HAWA dengan marah-marah menemui si NAFSU karena ia selama 3 hari 3 malam menghilang.
Setelah puas si HAWA marah, si NAFSU dengan sabar menjelaskan dengan sejelas-jelasnukuya bahwa ia telah mengikuti seekor burung besar ke sebuah pulau yang penuh dengan permata yang sangat indah, mulanya siHAWA tidak percaya, tapi setelah ditunjukan buktinya dengan membawa beberapa butir permata yang telah dibawanya, maka dengan marah lah si HAWA kepada si NAFSU, karena sedikit sekali membawa permata tersebut " Bungul banar nyawa ini, kenapa sedikit, kalo sudah tahu pulau itu penuh permata ", " kalo unda tapih dan baju ku jadikan wadah membuat permata tersebut sebanyak-banyaknya", " dasar bungul "itu omelan si HAWA, tapi jawab si NAFSU "Alhamdulillah biar sedikit, ini pun cukup untuk hidup kaya puluhan tahun", "dan bila aku bisa mengelolanya sampai anak cucuku dapat menikmatinya"
Kemudian si HAWA dengan niat yang penuh semangat dan keyakinan yang mendalam, bertekad untuk ikut Burung Geruda itu ke pulau yang penuh dengan permata. si HAWA mengumpulkaan berpuluh-puluh karung untuk dibawanya nanti ke pulau itu, pada malam yang dinantikan dengan perbekalan yang lengkap dan banyak berangkatlah si HAWA bersama burung itu ke pulau tersebut.
seperti niatnya si HAWA mengumpulkan 10 karung besar batu permata tersebut, karena rasanya belum cukup puas dengan batu permata tersebut akhirnya si HAWA mencopot semua pakaiannya untuk dijadikan wadah permata, sehingga tinggal Celana Dalam saja semuanya penuh dan akhirnya waktu burung terbang kembalipun tiba, dengan berbagai perlengkapan yang ada diikatnya semua karung itu dan dia pun hanya berpegangan tangan pada kaki burung itu, sebabnya semua tali sudah habis untuk mengikat barang.
karena keberatan si burung terbang rendah dan si HAWA kerana tidak pakai baju maka kedinginan menyerang seluruh tubuhnya, akhirnya tangannya pegal dan keram tak kuat lagi jatuhlah si HAWA ke air laut( meninggal). dan karung sampai di kampung sebagai rezaki si nafsu yang telah bersyukur atas harta yang dibawanya cuma tanpa si HAWA
Nah, itulah Nafsu masih baik kalo tidak ditunggangi HAWA, tapi bila sudah HAWA NAFSU bergabung, hancur pasti tak terkendali, disinilah perlu pendidikan NAFSU
contohnya dapat kita lihat disekitar kita tidak pandang orangnya berpendidikan Tinggi atau rendah mereka itu, yang dia mau adalah KESENANGAN LAHIRIYAH SAJA, walapun kesenangan tersebut berakibat fatal terhadap dirinya seperti mengkomsumsi NARKOBA, atau minuman keras oplosan.
Begitu juga bagi pencuri walaupun malam hari suasana hujan dingin lagi ditengah malam tapi karena nafsunya senang walaupun keadaan suasana beg
2. Nafsu timpakul ( sejenis binatang air yang senangnya di batang timbul), Nafsu ini kadang- kadang jahat dan kadang-kadang baik, tergantung arah angin, atau tergantung siapa yang mempengaruhinya , atau tergantung hatinya, tidak konsekwen .Tergantung Pendidikan Nafsunya, Kalau seandainya Pendidikan nafsunya sejak kecil diajarkan minta sedaqah dipinggir jalan,tanpa menghiraukan keselamatan dirinya atau orang lain dengan KANDALMUHA, tetap dia lakukan sampai tua, walaupun dia sudah banyak punya uang.
3. Nafsu yang Baik (nafsu yang terkendali) dengan nafsu ini dari hasil Pendidikan pengendalian Nafsu ke arah kebaikan, kebaikan itu untuk dirinya maupun untuk orang lain, dia tetap berbuat baik dan terkendali.
dari ketiga macam nafsu tersebut, maka melalui Pendidikan Keagamaan akan lebih berperan dalam merubah nafsu yang jahat ke nafsu yang baik
MARI KITA KENDALIKAN NAFSU, AGAR DIRI KITA DAN ORANG LAIN SELAMAT DARI NAFSU JAHAT
di sebuah kampung yang sangat sederhana yang berada di pulau kecil, hidup 2 orang pemuda yang kerja sebagai marbot (kaum/ petugas ) mesjid di kampung tersebut, nama pemuda itu adalah HAWA dan yang satunya lagi bernama NAFSU
2 orang ini hidup rukun dan damai dan mereka selalu mengerjakan pekerjaannya di mesjid dengan baik dan benar, semua orang kampung puas , salah satu pekerjaan yang mereka lakuakn adalah setiap malam setelah solat Isya mereka secara bergiliran mengisi wadah kolam besar untuk wudhu dan bersuci para jemaah mesjid di waktu subuh sampai sholat Isya.misalnya mialam ini giliran Hawa malam besok giliran si Nafsu.
Pada suatu subuh terjadi sesuatu yang mengherankan, bila waktu giliran si NAFSU yang mengisi kolam , anehnya ketika subuh airnya kosong, tapi diwaktu si HAWA yang mengisi air, tetap tidak berkurang , ANEH kata si Nafsu dan hal ini tidak diceritakan dengan si HAWA, karena takut kalo ini jadi ejekannya, dengan rasa penasaran yang mendalam si NAFSU mengadakan penyelidikan, setelah selesai mengisi air dengan penuh keyakinan si NAFSU tidak kembali untuk tidur di kamarnya,tetapi dia tetap bersembunyi di dekat kolam air tersebut.
Jam 01 malam terkejut si NAFSU melihat satu bayangan yang sangat besar turun dari langit menuju kolam air itu, dengan pelan-pelan didekati Si NAFSU benda yang besar itu, eh ternyata se EKOR BURUNG GARUDA yang sangat besar sedang meminum air di kolam mesjid, "oh ini rupanya yang menghabiskan air kolam mesjid ini, pantas saja habis terus airnya" kata hati si NAFSU, "aku ingin tahu apa gawian (pekerjaan) si burung GERUDA ini dan dimana tinggalnya"
Akhirnya dengan hati dan tekad yang bulat si NAFSU nekat mengikat tubuhnya dengan sarung ke kaki burung itu dan burung tersebut terbang tinggi sekali melintasi lautan semudera yang sangat luas, sekitar 1 jam, tiba-tiba burung tersebut menukit ke sebuah pulau karang kecil di tengah -tengah samudera.
waktu sampai di pulau karang itu si Nafsu melepaskan diri dari kaki si burung, rupanya si burung sedang mengerami sebutir telornya di pulau tanpa penghuni ini, karena tidak ada tumbuhan dan lainnya, maka pulau itu hanya terdiri dari bebatuan alam, dan yang lebih menarik pada pulau adalah batu-batu mulia seperti batu permata mutiara yang paling indah.
si Nafsu dengan keinginan hatinya maka dikumpulkannya permata itu dan dimuatnya di dalam sakunya sebanyak yang dapat dia muat.
Pada hari berikutnya si Nafsu dengan menahan lapar dan haus menunggu si burung terbang kembali ke kampungnya. dan ketika si burung masih mengeram si Nafsu sambil tiduran mengikat badannya ke kaki burung, dan akhirnya(selama 3 hari) si burung terbang ke kampungnya jam 1 malam tepat, si Nafsupun melepaskan diri, berlari menuju kamarnya terus makan minum dan tidur, pada pagi harinya si HAWA dengan marah-marah menemui si NAFSU karena ia selama 3 hari 3 malam menghilang.
Setelah puas si HAWA marah, si NAFSU dengan sabar menjelaskan dengan sejelas-jelasnukuya bahwa ia telah mengikuti seekor burung besar ke sebuah pulau yang penuh dengan permata yang sangat indah, mulanya siHAWA tidak percaya, tapi setelah ditunjukan buktinya dengan membawa beberapa butir permata yang telah dibawanya, maka dengan marah lah si HAWA kepada si NAFSU, karena sedikit sekali membawa permata tersebut " Bungul banar nyawa ini, kenapa sedikit, kalo sudah tahu pulau itu penuh permata ", " kalo unda tapih dan baju ku jadikan wadah membuat permata tersebut sebanyak-banyaknya", " dasar bungul "itu omelan si HAWA, tapi jawab si NAFSU "Alhamdulillah biar sedikit, ini pun cukup untuk hidup kaya puluhan tahun", "dan bila aku bisa mengelolanya sampai anak cucuku dapat menikmatinya"
Kemudian si HAWA dengan niat yang penuh semangat dan keyakinan yang mendalam, bertekad untuk ikut Burung Geruda itu ke pulau yang penuh dengan permata. si HAWA mengumpulkaan berpuluh-puluh karung untuk dibawanya nanti ke pulau itu, pada malam yang dinantikan dengan perbekalan yang lengkap dan banyak berangkatlah si HAWA bersama burung itu ke pulau tersebut.
seperti niatnya si HAWA mengumpulkan 10 karung besar batu permata tersebut, karena rasanya belum cukup puas dengan batu permata tersebut akhirnya si HAWA mencopot semua pakaiannya untuk dijadikan wadah permata, sehingga tinggal Celana Dalam saja semuanya penuh dan akhirnya waktu burung terbang kembalipun tiba, dengan berbagai perlengkapan yang ada diikatnya semua karung itu dan dia pun hanya berpegangan tangan pada kaki burung itu, sebabnya semua tali sudah habis untuk mengikat barang.
karena keberatan si burung terbang rendah dan si HAWA kerana tidak pakai baju maka kedinginan menyerang seluruh tubuhnya, akhirnya tangannya pegal dan keram tak kuat lagi jatuhlah si HAWA ke air laut( meninggal). dan karung sampai di kampung sebagai rezaki si nafsu yang telah bersyukur atas harta yang dibawanya cuma tanpa si HAWA
Nah, itulah Nafsu masih baik kalo tidak ditunggangi HAWA, tapi bila sudah HAWA NAFSU bergabung, hancur pasti tak terkendali, disinilah perlu pendidikan NAFSU
Nafsu terbagi 3 :
1.
Nafsu jahat (nafsu amarah), manusia yang berada pada nafsu ini tidak
ada bedanya dengan binatang, tujuan utamanya adalah kepuasan nafsu saja,
tanpa menghiraukan kepentingan siapapun, keberadaan orang lain, biar
memiliki gelar selanjung tapi bila tidak bermoral apa
bedanya dengan binatang, yang penting hati senang,kehendak tersalurkan
biar cara apapun tak pandang halal haram, tak kenal kawan atau lawan,
tak kenal malu, bermuka batu, yang penting BERHASIL TERPUASKAN.contohnya dapat kita lihat disekitar kita tidak pandang orangnya berpendidikan Tinggi atau rendah mereka itu, yang dia mau adalah KESENANGAN LAHIRIYAH SAJA, walapun kesenangan tersebut berakibat fatal terhadap dirinya seperti mengkomsumsi NARKOBA, atau minuman keras oplosan.
Begitu juga bagi pencuri walaupun malam hari suasana hujan dingin lagi ditengah malam tapi karena nafsunya senang walaupun keadaan suasana beg
2. Nafsu timpakul ( sejenis binatang air yang senangnya di batang timbul), Nafsu ini kadang- kadang jahat dan kadang-kadang baik, tergantung arah angin, atau tergantung siapa yang mempengaruhinya , atau tergantung hatinya, tidak konsekwen .Tergantung Pendidikan Nafsunya, Kalau seandainya Pendidikan nafsunya sejak kecil diajarkan minta sedaqah dipinggir jalan,tanpa menghiraukan keselamatan dirinya atau orang lain dengan KANDALMUHA, tetap dia lakukan sampai tua, walaupun dia sudah banyak punya uang.
3. Nafsu yang Baik (nafsu yang terkendali) dengan nafsu ini dari hasil Pendidikan pengendalian Nafsu ke arah kebaikan, kebaikan itu untuk dirinya maupun untuk orang lain, dia tetap berbuat baik dan terkendali.
dari ketiga macam nafsu tersebut, maka melalui Pendidikan Keagamaan akan lebih berperan dalam merubah nafsu yang jahat ke nafsu yang baik
MARI KITA KENDALIKAN NAFSU, AGAR DIRI KITA DAN ORANG LAIN SELAMAT DARI NAFSU JAHAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar